Tipe Shot
One Shot, adalah bidikan kamera terhadap 1 objek saja (manusia, atau benda-benda lainnya)
Two Shot, adalah bidikan kamera terhadap 2 objek saja (manusia, atau benda-benda lainnya)
Three Shot, adalah bidikan kamera terhadap 3 objek saja (manusia, atau benda-benda lainnya) dan seterusnya. Dari sebagian materi yang pernah saya terima ada yang mengatakan jika lebih dari Three Shot maka adalah group shot, namun ada juga yang mengatakan jika telah diatas 6 objek adalah group shot. Saya sendiri lebih menyebutkan alternatif yang pertama. Tapi pada hakikatnya seorang cameraman adalah menghasilkan gambar yang dapat bercerita dan tidak lepas dari kaidah-kaidahnya.
Sudut / Angle Shot
Shot angle adalah sudut dimana anda melihat obyek anda.
a. High Angle / Top
b. Low Angle / Bottom
c. Eye Level Angle (umum dipakai)
d. Eye Bird Level ( Jarang dipakai )
e. Narrow Angle
One Shot, adalah bidikan kamera terhadap 1 objek saja (manusia, atau benda-benda lainnya)
Two Shot, adalah bidikan kamera terhadap 2 objek saja (manusia, atau benda-benda lainnya)
Three Shot, adalah bidikan kamera terhadap 3 objek saja (manusia, atau benda-benda lainnya) dan seterusnya. Dari sebagian materi yang pernah saya terima ada yang mengatakan jika lebih dari Three Shot maka adalah group shot, namun ada juga yang mengatakan jika telah diatas 6 objek adalah group shot. Saya sendiri lebih menyebutkan alternatif yang pertama. Tapi pada hakikatnya seorang cameraman adalah menghasilkan gambar yang dapat bercerita dan tidak lepas dari kaidah-kaidahnya.
Sudut / Angle Shot
Shot angle adalah sudut dimana anda melihat obyek anda.
a. High Angle / Top
Bisa untuk menerangkan sejumlah / sekumpulan orang. Selain itu gambar berbicara yang bersifat menekan/merendahkan. Pada sudut pandang ini, kamera akan melihat obyeknya kearah bawah. Sehingga obyek yang dibidik akan terlihat lebih kecil atau rendah. Sehingga hal itu akan memberikan sensasi seolah-olah penonton merasa lebih besar atau lebih berkuasa.
b. Low Angle / Bottom
Bisa untuk menerangkan status orang dan menambah serta mendapatkan gambar yang bersifat dinamis. Pada sudut pandang ini, kamera mengarah keatas untuk melihat obyeknya. Sehingga obyek yang dibidik akan terlihat seolah-olah lebih besar, atau lebih gagah dari keadaan sebenarnya. Sebagai contoh, anda akan membidik orang yang sedang berdiri dengan cara anda duduk.
c. Eye Level Angle (umum dipakai)
Merupakan sudut perspektif yang paling familiar untuk kita, Kita biasanya melihat obyek melalui sudut pandang kita sendiri, dan ini akan menyebabkan sedikit saja rasa ketidaknyamanan karena memang kita sudah terbiasa dengan itu. Jika anda sedang membidik obyek manusia, maka bidik pada titik pandangnya, bukan titik pandang anda.
d. Eye Bird Level ( Jarang dipakai )
Angle / sudut ini sangat jarang di gunakan oleh jurnalis karena untuk memiliki angle ini di perlukan alat yang tidak lazim digunakan atau kamera berada pada dataran yang tinggi. Umumnya di gunakan oleh produksi karena sifat angle ini yang tegak lurus.
e. Narrow Angle
Merupakan posisi maximum close up tapi ada 2 atau lebih obyek/orang yang berjajar. Fokus pada angle ini biasanya di arahkan pada orang tertentu saja karena sifat fokus pada angle ini memiliki Depth of field / ketajaman yang sangat pendek.
Shot size secara umum adalah besar kecilnya subjek dalam sebuah frame dan masing-masing ukuran shot akan memiliki makna yang berbeda-beda ketika diimplementasikan pada pengambilan sebuah gambar atau shoting. Ukuran shot kalau kita teliti lebih jauh ada kalanya berbeda, definisi dan ukuran antara satu dan lainnya juga berbeda, misalnya ada tipe shot yang di mulai dari ECU, CU, MS, MLS, FS, LS, ELS tapi ada juga cuma mengacu dari ECU sampai LS. Namun perbedaan itu menurut saya terjadi pada media yang dipakai, ada orang yang mengacu pada shot film ada juga yang mengacu pada video (TV), tapi saya pikir semua pada garis besar dan dasarnya sama.
Extreem Close Up (ECU)
Sering digunakan untuk kedetailan bagian tertentu suatu objek dan dapat memperkuat ekspresi.
Big Close Up (BCU)Memenuhi layar dengan wajah obyek. Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek. Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang dikeluarkan oleh objek
Close Up (CU)Hanya menampilkan kepala saja. Ukuran gambar sebatas hanya dari ujung kepala hingga leher. Fungsi untuk memberi gambaran jelas terhadap objek dan tetap saling memperkuat dengan gambar yang lain. Tapi,yang perlu difahami juga, justru makna-makna yang ditampilkan ketika shot-shot itu dibuat secara close up. Efek close up biasanya, akan terkesan gambar lebih cepat, mendominasi, menekan yang membantu anda untuk mengetahui apa yang mereka pikirkan dan rasakan.
Medium Close Up (MCU)Hanya menampilkan pundak/dada & kepala. Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga pundak/dada. Fungsinya untuk mepertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.
Medium Shot (MS) / Mid Shoot (MS)Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas. Anda dapat mengenali mereka, tetapi anda juga mungkin dapat melihat apa yang mereka lakukan dengan tangan mereka.
Medium Long Shot (MLS) / Knee Shoot (KS)/ ¾ ShotPengambilan gambar sebatas kepala sampai atau sedikit dibawah lutut, fungsinya hampir sama dengan Mid Shot. Tipe shot seperti ini yang paling umum kita jumpai dalam film maupun televisi. Jenis shot ini adalah paling aman, karena tidak ada penekanan khusus seperti halnya pada Long Shot dan Close Shot. Semua adegan bisa ditampilkan dengan netral di sini.
Full Shoot (FS)Pengambilan gambar penuh objek dari kepala hingga kaki. Fungsinya memperlihatkan objek beserta sedikit lingkungannya.
Long Shot (LS)Pengambilan gambar lebih luas dari pada Full Shoot, fungsinya:
- Menunjukkan objek dengan latar belakangnya.
- Untuk mengikuti area yang lebar atau ketika adegan berjalan cepat.
- Untuk menunjukkan dimana adegan berada atau menujukkan tempat.
- Untuk menujukkan progres.
- Untuk menjukkan bagaimana posisi subjek memiliki hubungan dengan yang lain.
- Untuk melihat juga apa yang terjadi di sekitar mereka dan apa yang mereka lakukan.
Very Long Shot (VLS) / Extreem Long Shot (ELS)
Merupakan keseluruhan obyek. Pengambilan gambar melebihi Long Shoot, menampilkan lingkungan si objek secara utuh. Fungsinya menunjukkan bahwa objek tersebut bagian dari lingkungannya. Ini sering digunakan sebagai 'establishing shot'.
(sumber foto : http://teguhdepok.wordpress.com)
White Balance : Prosedur untuk mengkoreksi warna gambar dari kamera dengan mengubah sensitivitas CCD ke dalam spektrum cahaya. Umumnya prosedur ini menggunakan cahaya putih sebagai dasar. Salah satu kewajiban kameramen sebelum merekam gambar adalah harus mengeset white balance kamera terlebih dulu.
WHITE BALANCE
White balance harus dilakukan jika:
1. Kamera baru dihidupkan
2. Kaadaan cahaya berubah misalnya dari cahaya matahari ke cahaya buatan
3. Ketika menggunakan lampu lampu tambahan
4. Ketika berubah kedudukan dari indoor ke outdoor dan sebaliknya
Cara mengatur white balance secara umum di lakukan dengan:
1. Atur filter sesuai kondisi cahaya
2. Arahkan kamera ke obyek berwarna putih,usahakan jangan yang memantul
3. Atur iris dan fokus
4. Kemudian tekan tombol”white balance”
BLACK BALANCE
Cara mengatur black balance
- Pertama atur ‘white balance’
- Kemudian atur ‘black balance’
- Terakhir atur kembali ‘white balance’
PENGARUH CAHAYA DALAM VIDEO
(sumber : materi yang pernah diterima dan http://teguhdepok.wordpress.com)
Pada intinya televisi atau video menerima cahaya dari 3 warna primer RGB, red, green, dan blue. Bila ketiga warna ini dipadukan dalam perbandingan yang sama, maka akan menghasilkan warna cahaya putih. Itulah mengapa “white balance” di lakukan pada kamera dengan menggunakan obyek yang berwarna putih.
Warna putih inilah yang harus kita sesuaikan agar obyek putih benar - benar terlihat putih di lensa kamera. Padahal warna putih jika terkena cahaya warna lain sedikit saja akan berubah, seperti kekuning-kuningan atau kebiru-biruan. Jika di luar ruang / outdoor, maka warna yang ditangkap kamera video cenderung kebiru-biruan. Sedangkan di dalam ruangan/indoor cenderung kemerah - merahan.
ARTI RGB
RGB juga mempunya arti, mengapa kita menyebutnya RGB? Bukan RBG atau BGR? Ini ada hubungannya dengan Human Skin Tones (warna kulit manusia) di mana didominasi oleh elemen warna merah (RED), lalu hijau (GREEN) dan terakhir biru (BLUE) atau dikenal dengan rumus R>G>B. Itulah mengapa dalam tehnik Chroma Key digunakan latar belakang warna biru atau hijau bukan merah.
Untuk itulah di beberapa kamera video dilengkapi filter koreksi warna dan white balance yang dipasang di antara lensa dan tabung kamera. Pada umumnya kamera video dilengkapi 2 filter koreksi untuk outdoor dan indoor. Tetapi ada juga yang dilengkapi 4 jenis filter koreksi warna.
WHITE BALANCE
White balance harus dilakukan jika:
1. Kamera baru dihidupkan
2. Kaadaan cahaya berubah misalnya dari cahaya matahari ke cahaya buatan
3. Ketika menggunakan lampu lampu tambahan
4. Ketika berubah kedudukan dari indoor ke outdoor dan sebaliknya
Cara mengatur white balance secara umum di lakukan dengan:
1. Atur filter sesuai kondisi cahaya
2. Arahkan kamera ke obyek berwarna putih,usahakan jangan yang memantul
3. Atur iris dan fokus
4. Kemudian tekan tombol”white balance”
BLACK BALANCE
Black balance adalah sama seperti pengaturan pada white balance. Jika white balance memberi rujukan kamera ke arah warna putih maka black balance memberi rujukan ke warna hitam, Namun fungsi ini biasanya hanya ada pada kamera jenis professional dan tidak pada kamera consumer.
Black balance juga mesti dilakukan pada awal sebelum kita melakukan pengambilan gambar, bilamana ‘filter’ dan ‘gain level’ serta juga keadaan cahaya di ubah atau berubah. Black balance yang tidak sempurna akan menunjukan warna warna yang tidak sempurna terutama pada area gelap pada gambar yang di rekam.
Cara mengatur black balance
- Pertama atur ‘white balance’
- Kemudian atur ‘black balance’
- Terakhir atur kembali ‘white balance’
PENGARUH CAHAYA DALAM VIDEO
Subyek yang di rekam akan kelihatan jelas dan cerah bila berada dalam suasana cahaya yang terang. Misalnya suasana siang hari yang cerah memberikan cahaya yang ideal untuk rekaman luar (out door). Kamera memerlukan cahaya yang minimum untuk membuat suatu rekaman. Intensitas suatu sumber cahaya di ukur dengan ukuran LUX, umpamanya lilin menghasilkan sejumlah 10Lux, semakin tinggi jumlah lux cahaya, maka semakin baik rekaman video yang dihasilkan. Video yang baik hanya dapat di hasilkan oleh suasana cahaya yang berukuran lebih 900Lux. Cahaya siang yang cerah menghasilkan ukuran cahaya sebesar 35.000 Lux kadangkala meningkat sampai 100.000 Lux, namun cahaya yang sebesar ini tidak mampu di tangani oleh kamera video, misalnya siang hari atau tepi pantai/salju biasanya di kurangi dengan menggunakan ‘Filter Neutral Density (ND)’.
(sumber : materi yang pernah diterima dan http://teguhdepok.wordpress.com)
Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas :
1. Baterai untuk catu daya
2. Tempat kaset
3. Tombol Zoom
4. Tombol Recorder
5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital)
6. Cincin Fokus
7. Jendela preview (View Fender)
8. Mikrofon
9. Tombol kontrol cahaya
10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video).
11. Terminal DC Input.
Camera Maintenance
Menjaga kondisi baterai
1. Baterai untuk catu daya
2. Tempat kaset
3. Tombol Zoom
4. Tombol Recorder
5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital)
6. Cincin Fokus
7. Jendela preview (View Fender)
8. Mikrofon
9. Tombol kontrol cahaya
10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video).
11. Terminal DC Input.
Selain itu juga banyak terdapat fasilitas–fasilitas tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera lainnya. Fasilitas itu antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari kamera, efek-efek video lain, slow motion dan masih banyak lagi.
Camera Maintenance
- Jauhkan kamera anda dari debu, matahari, panas dan dingin
- Hati-hati dengan percikan air asin jika anda berada disekitar pantai
- Jangan tinggalkan kamera anda didalam mobil ketika cuaca saat itu sedang panas
- Jangan biarkan baterai anda menempel pada kamera setelah anda selesai menggunakannya karena bisa menyebabkan baterai anda bocor.
- Bersihkan lensa anda dengan pembersih lensa, dan jangan sekali-kali menyentuh lensa anda dengan jari.
- Jaga kamera anda dari kondisi basah dan berembun. Jaga agar selalu dalam kondisi kering.
- Selalu letakkan kamera anda didalam tas untuk perlindungan
Menjaga kondisi baterai
- Jangan biarkan kamera anda ON ketika anda tidak membutuhkannya.
- unakan viewfinder daripada LCD monitor untuk menghemat baterai.
- Jika memungkinkan, gunakan ZOOM secara manual.
- Jangan gunakan Autofocus, gunakan manual focus.
- Gunakan mode standby jika memang tersedia fasilitas itu dalam kamera anda.
- Belilah baterai yang besar untuk kamera anda agar dapat digunakan lebih lama
Komposisi mengacu pada segala sesuatu dalam sebuah bingkai atau frame, seperti subyeknya apa, letaknya dimana, latar belakangnya apa, latar depannya apa, pencahayaan, dan lain sebagainya.
A. The Rule of Thirds
B. Headroom, Leading/Walking Room dan Looking/Nose Room
- Presenter
- Reporter stand upper
- Presiden/pejabat negara saat pidato
FUNGSI WIDE ANGLE LENS
Untuk memberikan sebuah panorama dari keseluruhan adegan, dengan wide lens ketajaman gambar secara keseluruhan dapat di pertahankan.
Jumlah ukuran & tipe shoot yang baik dalam sebuah paket yang di ambil untuk sebuah stasiun TV meliputi :
- 50% CU dan BCU
- 25% VLS, LS dan MLS
- 25% MS dan MCU
Namun setiap paket tetap kembali pada SOP televisi masing-masing.
DEPTH OF FIELD
Merupakan jangkauan jarak di depan lensa di mana obyek dapat terlihat dengan focus yang baik.
Dibeberapa aplikasi shot, aturan head room ada yang tidak menggunakannya untuk shot size BCU, terkadang juga CU dan MCU. Untuk kasus seperti ini anda harus memastikan bahwa mata subyek berjarak 1/3 dari ujung atas layar.
CROSSING THE LINE / IMAGINER LINE
Garis imaginer wajib di perhitungkan oleh seorang kamerawan karena jika terjadi pelanggaran maka akan terlihat nose room berubah. Dalam beberapa hal pelanggaran ini dapat di tolerir tapi harus ada gambar transisi, master shot. Hal ini akan terlihat nyata sekali jika kita mengamati adegan balap mobil dan motor di layar TV. Dengan bentuk sirkuit yang berbelok-belok seorang program director akan menetralisir gambar dengan beberapa angle, salah satunya mengambil eye bird level melalui helicopter. Angle ini akan menetralkan jump shot karena pemirsa di ajak melihat bentuk sirkuit sesungguhnya, selain itu saat kendaraan berputar balik akan di perlihatkan utuh. Inilah yang di katakan transisi pada garis imaginer.
Transisi pada garis imaginer dapat berupa:
a. Mengambil gambar ditengah garis imaginer
b. Close up detil
c. Melakukan reverse
A. The Rule of Thirds
- Aturan ini membagi frame menjadi 3 bagian.
- Penekanannya yaitu 1/3 atau 2/3 frame, daripada ditengah-tengah frame.
- Pada saat membidik dengan mode mendatar atau landscape, ambil bagian dataran atau bawah kurang lebih 1/3 frame, kemudian sisanya untuk mengambil bagian atas atau langit.
- Pada kebanyakan orang, penekanan dalam mengambil video adalah lurus dengan titik pusat subyeknya.
- Dan titik pusat itu bisa terletak pada 1/3 dari bagian framenya.
- Hindari meletakkan bagian utama pada titik tengah dari frame, karena gambar yang dihasilkan terlalu simetris dan tidak menarik perhatian mata untuk melihatnya.
- Buat gambar yang tidak simetris, karena dengan itu akan menimbulkan efek kegembiraan, ketegangan, dan juga gerakan gambar.
B. Headroom, Leading/Walking Room dan Looking/Nose Room
- Terminologi ini mengacu pada banyaknya ruang yang ada dalam sebuah frame yang dibiarkan kosong.
- Anda perlu membuat sebuah ruang kosong didepan muka dari obyek anda.
- Ruang kosong ini dinamakan dengan "talking room". Jika seseorang sedang berbicara dengan orang lain, maka "talking room" ini memberikan efek natural pada gambar.
- Walking room, jika seseorang sedang berjalan, maka berikan juga ruang kosong untuk berjalan ini.
- Sedangkan Head room adalah ruang kosong antara batas atas dari obyek dengan batas atas dari frame.
- Kesalahan yang sering dilakukan adalah memberikan head room terlalu lebar, sehingga menghabiskan ruangan frame terlalu banyak.
- Hindari mengambil setengah gambar dalam sebuah frame, khususnya obyek manusia (seperti separuh wajah manusia) karena akan sangat tidak enak untuk dilihat.
- Juga hindari memotong obyek pada sambungan-sambungannya atau sendi, sebagai contoh anda bisa memotong obyek manusia pada bagian perut, namun jangan memotong pada bagian lututnya, karena itu jelek sekali dan tidak dibenarkan dalam dunia videografi.
- Golden Mean biasa di gunakan untuk format wawancara. Mengapa posisi mata harus terletak 1/3 dari kotak ? agar konsentrasi penonton terfokus pada obyek utama.
- Presenter
- Reporter stand upper
- Presiden/pejabat negara saat pidato
FUNGSI WIDE ANGLE LENS
Untuk memberikan sebuah panorama dari keseluruhan adegan, dengan wide lens ketajaman gambar secara keseluruhan dapat di pertahankan.
Jumlah ukuran & tipe shoot yang baik dalam sebuah paket yang di ambil untuk sebuah stasiun TV meliputi :
- 50% CU dan BCU
- 25% VLS, LS dan MLS
- 25% MS dan MCU
Namun setiap paket tetap kembali pada SOP televisi masing-masing.
DEPTH OF FIELD
Merupakan jangkauan jarak di depan lensa di mana obyek dapat terlihat dengan focus yang baik.
Dibeberapa aplikasi shot, aturan head room ada yang tidak menggunakannya untuk shot size BCU, terkadang juga CU dan MCU. Untuk kasus seperti ini anda harus memastikan bahwa mata subyek berjarak 1/3 dari ujung atas layar.
CROSSING THE LINE / IMAGINER LINE
Garis imaginer wajib di perhitungkan oleh seorang kamerawan karena jika terjadi pelanggaran maka akan terlihat nose room berubah. Dalam beberapa hal pelanggaran ini dapat di tolerir tapi harus ada gambar transisi, master shot. Hal ini akan terlihat nyata sekali jika kita mengamati adegan balap mobil dan motor di layar TV. Dengan bentuk sirkuit yang berbelok-belok seorang program director akan menetralisir gambar dengan beberapa angle, salah satunya mengambil eye bird level melalui helicopter. Angle ini akan menetralkan jump shot karena pemirsa di ajak melihat bentuk sirkuit sesungguhnya, selain itu saat kendaraan berputar balik akan di perlihatkan utuh. Inilah yang di katakan transisi pada garis imaginer.
Transisi pada garis imaginer dapat berupa:
a. Mengambil gambar ditengah garis imaginer
b. Close up detil
c. Melakukan reverse
1.EXPOSURE INTERVIEW
2. INFORMATIVE INTERVIEW
3. REACTIVE INTERVIEW
Hasil wawancara ini juga bisa masuk dalam sync. Wawancara ini pada dasarnya berisi reaksi seseorang terhadap suatu persoalan.
4.EMOTIONAL INTERVIEW
Adalah jenis wawancara di mana seorang reporter mewawancarai teman, keluarga dari korban peristiwa.
5.DOOR STEP INTERVIEW
Wawancara ini di lakukan pada dasarnya karena sumber menolak di wawancarai sehingga reporter melakukan dengan sedikit memaksa. Wawancara ini di lakukan jika menyangkut kepentingan publik yang murni.
6. VOX POP INTERVIEW
- Beda kelamin
- Beda tingkat sosial
YANG BOLEH DAN TIDAK BOLEH DILAKUKAN DALAM WAWANCARA
A. Harus di pahami bahwa prinsip wawancara baik untuk kebutuhan paket ataupun studio adalah sama.
B. Sebelum melakukan wawancara lakukan riset tentang apa yang akan di tanyakan agar reporter tidak di koreksi oleh nara sumber karena dianggap reporter tidak menguasai persoalan.
C. Kita harus mencatat inti pertanyaan tapi jangan terpaku karena dalam wawancara jawaban nara sumber bisa mendatangkan pertanyaan baru. Jika terpaku pertanyaan maka akan terjadi:
- kita kehilangan inti dari jawaban.
- Kita bisa membuat kesalahan yang sama / berulang – ulang.
D. Sebuah pertanyaan harus, pendek, focus, jelas dan ajukan satu persatu.
E. Jangan mengulang – ulang pertanyaan, kecuali jika kita tahu bahwa nara sumber sedang menutupi sesuatu. Dan jangan ragu untuk memotong pembicaraan nara sumber dengan keyakinan bahwa ada sesuatu yang ditutupi oleh nara sumber kita.
F. Jangan lupa untuk “ menangkap “ eye line nara sumber.
G.Jangan sampai nara sumber melihat lensa secara langsung karena akan berkesan “ menguasai “ situasi.
H. Sebagai reporter harus menyadari bahwa posisi anda berada ditengah.
I. Tantang nara sumber anda dalam arti murni agar kita bisa mendapatkan semua data yang kita inginkan.
J. Kita jangan sombong dan agresif karena akan terlihat bahwa nara sumber anda adalah korban.
TIPS WAWANCARA
- Jangan ajukan pertanyaan yang mengandung jawaban ”ya“ atau “tidak“
- Kalau jawaban nara sumber tidak anda pahami jangan malu untuk
- Menanyakan ulang sampai anda mengerti, karena jika anda sebagai reporter tidak mengerti bagaimana dengan audience ?.
- Jika nara sumber membuat kesalahan maka beri kesempatan untuk memperjelas apa yang dimaksud.
Percaya diri muncul karena :
SITUASI REPORTASE DENGAN JASA TRANSLETTER
1. Jika Reporter mengetahui bahasa daerah dari nara sumber, maka shooting di lakukan seperti biasa hanya saja pada proses editing suara nara sumber kita dubbing dengan bahasa Indonesia atau gunakan text.
2. Jika Reporter tidak tahu bahasa yang digunakan nara sumber maka kita gunakan jasa transletter dengan posisi wawancara tepat di sebelah kamera dan kamerawan merekam apa pertanyaan & jawaban yang telah di terjemahkan, proses selanjutnya hasil wawancara tersebut di dubbing atau di gunakan text.
Adalah di mana seorang reporter mengajukan pertanyaan “keras” yang di tujukan kepada orang – orang yang bertanggung jawab atas sebuah persoalan besar. Dalam wawancara jenis ini seorang reporter harus memiliki persiapan data yang cukup dan akurat. Karena dengan pertanyaan “keras” sehubungan dengan adanya persoalan besar biasanya nara sumber akan menolak, mengelak, menghindari.
2. INFORMATIVE INTERVIEW
Wawancara jenis ini adalah di mana seorang reporter melakukan dengan para pakar, ahli ataupun komentator yang bergerak dalam suatu bidang, karena orang seperti inilah yang bisa memberi penjelasan. Saksi mata juga masuk dalam kategori wawancara seperti ini. Dalam wawancara jenis ini seorang reporter harus mengulang – ulang pertanyaan agar mendapat jawaban yang padat, jelas, ringkas dan akurat. Ini adalah jenis wawancara.yang bisa dimasukkan dalam sync.
3. REACTIVE INTERVIEW
Hasil wawancara ini juga bisa masuk dalam sync. Wawancara ini pada dasarnya berisi reaksi seseorang terhadap suatu persoalan.
4.EMOTIONAL INTERVIEW
Adalah jenis wawancara di mana seorang reporter mewawancarai teman, keluarga dari korban peristiwa.
5.DOOR STEP INTERVIEW
Wawancara ini di lakukan pada dasarnya karena sumber menolak di wawancarai sehingga reporter melakukan dengan sedikit memaksa. Wawancara ini di lakukan jika menyangkut kepentingan publik yang murni.
6. VOX POP INTERVIEW
Berasal dari bahasa latin yang berarti suara masyarakat. Vox pop adalah cara termudah dan cepat untuk mendapatkan informasi dari suatu persoalan, karena vox pop merupakan refleksi tanggapan masyarakat dari suatu persoalan.Yang harus di ingat adalah vox pop bukanlah berita tapi lebih Merupakan corak / warna dari sebuah berita sehingga dalam vox pop yang di wawancarai adalah emosi dan opini. Vox pop biasanya di edit berturut – turut dengan pertanyaan yang sama dan dengan eye line yang berbeda dengan nara sumber antara 2 sampai 3 orang. Dalam memilih nara sumber untuk vox pop harus di perhatikan :
- Beda usia- Beda kelamin
- Beda tingkat sosial
YANG BOLEH DAN TIDAK BOLEH DILAKUKAN DALAM WAWANCARA
A. Harus di pahami bahwa prinsip wawancara baik untuk kebutuhan paket ataupun studio adalah sama.
B. Sebelum melakukan wawancara lakukan riset tentang apa yang akan di tanyakan agar reporter tidak di koreksi oleh nara sumber karena dianggap reporter tidak menguasai persoalan.
C. Kita harus mencatat inti pertanyaan tapi jangan terpaku karena dalam wawancara jawaban nara sumber bisa mendatangkan pertanyaan baru. Jika terpaku pertanyaan maka akan terjadi:
- kita kehilangan inti dari jawaban.
- Kita bisa membuat kesalahan yang sama / berulang – ulang.
D. Sebuah pertanyaan harus, pendek, focus, jelas dan ajukan satu persatu.
E. Jangan mengulang – ulang pertanyaan, kecuali jika kita tahu bahwa nara sumber sedang menutupi sesuatu. Dan jangan ragu untuk memotong pembicaraan nara sumber dengan keyakinan bahwa ada sesuatu yang ditutupi oleh nara sumber kita.
F. Jangan lupa untuk “ menangkap “ eye line nara sumber.
G.Jangan sampai nara sumber melihat lensa secara langsung karena akan berkesan “ menguasai “ situasi.
H. Sebagai reporter harus menyadari bahwa posisi anda berada ditengah.
I. Tantang nara sumber anda dalam arti murni agar kita bisa mendapatkan semua data yang kita inginkan.
J. Kita jangan sombong dan agresif karena akan terlihat bahwa nara sumber anda adalah korban.
TIPS WAWANCARA
- Jangan ajukan pertanyaan yang mengandung jawaban ”ya“ atau “tidak“
- Kalau jawaban nara sumber tidak anda pahami jangan malu untuk
- Menanyakan ulang sampai anda mengerti, karena jika anda sebagai reporter tidak mengerti bagaimana dengan audience ?.
- Jika nara sumber membuat kesalahan maka beri kesempatan untuk memperjelas apa yang dimaksud.
Percaya diri muncul karena :
- Pengetahuan : Hal ini di dapat dari keingin tahuan seseorang.
- Pengalaman : Adanya kesempatan. Keberuntungan / ketepatan meletakkan orang yang pas pada posisi yang pas.
SITUASI REPORTASE DENGAN JASA TRANSLETTER
1. Jika Reporter mengetahui bahasa daerah dari nara sumber, maka shooting di lakukan seperti biasa hanya saja pada proses editing suara nara sumber kita dubbing dengan bahasa Indonesia atau gunakan text.
2. Jika Reporter tidak tahu bahasa yang digunakan nara sumber maka kita gunakan jasa transletter dengan posisi wawancara tepat di sebelah kamera dan kamerawan merekam apa pertanyaan & jawaban yang telah di terjemahkan, proses selanjutnya hasil wawancara tersebut di dubbing atau di gunakan text.
Pergerakan Kamera
- Zoom In/ Zoom Out : kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera.
- Panning : gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.
- Tilting : gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk.
- Dolly : kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.
- Follow : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.
- Crane shot : gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.
- Fading : pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade out jika gambar menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.
- Framing : objek berada dalam framing Shot. Frame In jika memasuki bingkai dan frame out jika keluar bingkai
Tehnik Pengambilan Gambar
Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.
- Objek bergerak sejajar dengan kamera.
- Walk In : Objek bergerak mendekati kamera.
- Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera. Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.
- Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.
- Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.
- Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.
- Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.
- Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.
- Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.
- The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.
- Tripod Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.
- Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.
- Fast Road Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.
- Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.
- Over Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.
- Profil Shot : jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.
Merupakan hal penting dalam sebuah berita TV karena interview memiliki bobot, selain itu informasi didengar langsung dari nara sumber yang bersangkutan. Wawancara juga merupakan kesempatan terbaik untuk mendapat opini dari orang lain. Wawancara dalam sebuah paket berita max 25 sec, hal ini disebut Sync.
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM WAWANCARA
1. Sumber Cahaya
Gunakan beberapa unit lampu saat wawancara khusus. Jika tidak membawa lampu bawalah obyek keluar ruang sehingga mendapatkan sinar yang cukup.
2. Background
- Dalam wawancara hal ini amat penting, sebaiknya back ground merupakan latar belakang profesi sumber.
- Dalam mencari back ground perhatikan cahaya dari belakang karena hal ini akan sangat berpengaruh pada irish.
- Hindari latar belakang yang rata seperti tembok, pintu.
- Hindari latar belakang ada sudut tembok, pucuk tanaman dll karena akan berakibat seolah di atas kepala sumber anda ada antenna, tumbuh tanaman.
BAGAIMANA DAPAT LATAR BELAKANG YANG BAIK
1. Dengan size shot yang baik.
2. Mencoba untuk selalu mengatur frame untuk background lebih dulu. Jika background adalah dinding bidang luas maka lakukan high angle dengan posisi nara sumber agak menjauh dari kamera. Dengan cara ini walau posisi kamera high angle maka tetap terlihat eye level. Tapi jangan lakukan hal ini terlalu sering karena ini merupakan trik dalam situasi darurat.
TEKNIK WAWANCARA YANG BAIK
REVERSE WAWANCARA
WALKING INTERVIEW
Merupakan gambar hasil wawancara sambil berjalan. Dalam hal ini gambar terlihat kurang baik tapi karena alasan issue maka alasan ini dapat di terima.
GRABBING INTERVIEW
Adalah wawancara dimana nara sumber yang sedang berjalan mau di hentikan oleh reporter untuk di wawancarai. Dalam hal ini kamerawan harus terus me-record kamera karena ada kemungkinan akhirnya nara sumber tidak mau diwawancarai dan ini merupakan gambar berita.
Beberapa pengkategorian shot yang telah direkam dalam sebuah liputan:
STOCK SHOOT
Merupakan kumpulan gambar–gambar yang sifatnya umum. Gambar ini umumnya lebih sering dipakai. Contoh :
- Bank
- Pom Bensin
- Politisi, dll.
Beberapa stock shoot perlu diperbaharui dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama atau dalam waktu dekat jika ada perubahan bentuk.
ARCHIVE SHOOT
Merupakan kumpulan gambar yang tidak bersifat umum dan lebih pada sifat peristiwa.
Contohnya : Peristiwa Trisakti.
Peristiwa Semanggi
Peristiwa Mei, dll.
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM WAWANCARA
1. Sumber Cahaya
Gunakan beberapa unit lampu saat wawancara khusus. Jika tidak membawa lampu bawalah obyek keluar ruang sehingga mendapatkan sinar yang cukup.
2. Background
- Dalam wawancara hal ini amat penting, sebaiknya back ground merupakan latar belakang profesi sumber.
- Dalam mencari back ground perhatikan cahaya dari belakang karena hal ini akan sangat berpengaruh pada irish.
- Hindari latar belakang yang rata seperti tembok, pintu.
- Hindari latar belakang ada sudut tembok, pucuk tanaman dll karena akan berakibat seolah di atas kepala sumber anda ada antenna, tumbuh tanaman.
BAGAIMANA DAPAT LATAR BELAKANG YANG BAIK
1. Dengan size shot yang baik.
2. Mencoba untuk selalu mengatur frame untuk background lebih dulu. Jika background adalah dinding bidang luas maka lakukan high angle dengan posisi nara sumber agak menjauh dari kamera. Dengan cara ini walau posisi kamera high angle maka tetap terlihat eye level. Tapi jangan lakukan hal ini terlalu sering karena ini merupakan trik dalam situasi darurat.
TEKNIK WAWANCARA YANG BAIK
- Wawancara yang baik adalah dengan size MCU, bisa juga dengan size BCU untuk menunjukan tingkat emosional nara sumber.
- MCU adalah size terbaik dalam sebuah wawancara karena logo TV tidak tampak seperti menempel pada kepala nara sumber. Jangan lakukan panning untuk mengkoreksi pergerakan nara sumber saat kamera on, jika sumber banyak bergerak beri pengarahan saat kamera off atau saat reporter menanyakan pertanyaan lanjutan.
- Posisi terbaik seorang reporter adalah sedekat mungkin dengan kamera dan berbatasan langsung dengan garis imaginer.
- Arahkan mata nara sumber agar melihat reporter, jangan melihat langsung pada kamera karena akan berkesan bahwa nara sumber pegang kendali.
- Biasakan sebelum wawancara kameraman merekan nama, profesi nara sumber, hal ini penting untuk memberi kesempatan melakukan cek audio dan merupakan data akurat untuk reporter / produser.
- Jangan ubah size saat melakukan take.
- Jangan lakukan zoom in/out saat take berlangsung.
- Kombinasikan size wawancara saat reporter mengajukan pertanyaan. Hal ini sangat membantu proses editing agar gambar terlihat dinamis. Hal ini bisa dilakukan hanya saat melakukan wawancara eksklusive. Jangan lakukan ini untuk wawancara sync atau vox pop.
- Lakukan reverse. Saat melakukan reverse awasi garis imaginer, lakukan cut away, paling simple mengambil gambar reporter sedang mendengarkan nara sumber bercerita, jangan saat reporter mengangguk karena terkesan mengiyakan opini sementara opini tidak selalu positif.
REVERSE WAWANCARA
Sangat jarang terjadi merekam wawancara dua orang sekaligus (reporter dan nara sumber), jika diinginkan lakukan dengan memindahkan posisi kamera dan rekam kembali saat reporter mengajukan pertanyaan. Dalam wawancara berita jarang terjadi reporter mewawancarai satu sumber biasanya minimal dua sumber karena itu gambar hasil wawancara sumber yang satu dan yang lainnya akan sangat terlihat dinamis jika mengambil dengan eye line yang berbeda.
WALKING INTERVIEW
Merupakan gambar hasil wawancara sambil berjalan. Dalam hal ini gambar terlihat kurang baik tapi karena alasan issue maka alasan ini dapat di terima.
GRABBING INTERVIEW
Adalah wawancara dimana nara sumber yang sedang berjalan mau di hentikan oleh reporter untuk di wawancarai. Dalam hal ini kamerawan harus terus me-record kamera karena ada kemungkinan akhirnya nara sumber tidak mau diwawancarai dan ini merupakan gambar berita.
Catatan:
Usahakan dalam wawancara logo TV pada mic tidak perlu terlihat/in frame karena logo bukan merupakan sarana promosi TV. Alasan secara teknis adalah kita tidak perlu show pada penonton bahwa kita memiliki mic karena mayoritas penonton sudah tahu bahwa sarana merekam suara adalah microphone dan mic adalah salah satu perangkat sebuah TV.
Beberapa pengkategorian shot yang telah direkam dalam sebuah liputan:
STOCK SHOOT
Merupakan kumpulan gambar–gambar yang sifatnya umum. Gambar ini umumnya lebih sering dipakai. Contoh :
- Bank
- Pom Bensin
- Politisi, dll.
Beberapa stock shoot perlu diperbaharui dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama atau dalam waktu dekat jika ada perubahan bentuk.
ARCHIVE SHOOT
Merupakan kumpulan gambar yang tidak bersifat umum dan lebih pada sifat peristiwa.
Contohnya : Peristiwa Trisakti.
Peristiwa Semanggi
Peristiwa Mei, dll.
CUT
CUT AWAY
SEQUENCE
SET UP SEQUENCE
Contoh :
YANG HARUS DIINGAT DALAM MEMBUAT SEQUENCE
1. Cahaya harus sama
2. Back Ground harus sama
3. Obyek & warna obyek harus sama
4. Speed dalam pergerakan harus sama & stabil
5. Net Sound harus sama
Cut adalah perubahan langsung dari adegan satu ke adegan lain tanpa adanya transisi atau perintah untuk mengakhiri adegan.
CUT AWAY
Cut Away adalah salah satu shot dan cara memotong untuk waktu sebuah kejadian. Misalnya, seseorang yang berjalan menuju pintu rumahnya sampai memasukan kunci ke dalam lubang kunci membutuhkan waktu 1 menit. Dalam kejadian sehari-hari waktu 1 menit itu cukup cepat, tetapi dilayar kejadian tersebut cukup lama terasa membosankan, maka pada waktu 1 menit dilayar dapat diringkas menjadi beberapa detik saja. Maka di gunakanlah Cut Away.
Kamera dibidikan ke orang berjalan yang masih jauh dari pintu kemudian CUT.
Lalu close up pada sepatunya, kemudian CUT.
Setelah itu close up pada saat memasukan kunci.
Kamera dibidikan ke orang berjalan yang masih jauh dari pintu kemudian CUT.
Lalu close up pada sepatunya, kemudian CUT.
Setelah itu close up pada saat memasukan kunci.
SEQUENCE
Merupakan detail – detail dari sebuah main obyek yang meliputi konsep CU & MCU. Untuk mendapatkan sequences yang baik harus mengambil sebuah obyek sebagai master shot, tidak melupakan gambar detil dengan ukuran berbeda dari berbagai sudut, memperhitungkan sumber cahaya & garis imaginer.
SET UP SEQUENCE
Merupakan sebuah gambar master, kemudian diikuti detil dari sebuah obyek. Set up sequences ini diambil oleh seorang kamerawan sesaat sebelum dan atau sesudah melakukan wawancara dengan sumber berita.
Set up sequence berupa “potongan” gambar dari obyek wawancara. Di sini seorang kamerawan bisa melakukan directing pada nara sumber untuk membuat set up sequence agar gambar tampak berkesinambungan dan menjadi sebuah cerita bergambar. Set up sequence yang sudah di edit di pakai sebelum memunculkan wawancara nara sumber.
Contoh :
Seorang dokter, sebelum / setelah melakukan wawancara kamerawan harus mengambil gambar dokter tersebut dengan aktivitasnya. Set up sequence ini sebagai sumber gambar karena set up sequence ini membantu menceritakan profesi sumber berita kita. Saat membuat set up sequence ini hindari sumber terlihat berbicara tanpa subyek karena saat editing sumber terlihat gagu (Gold Fishing) hal ini terjadi karena ada VO reporter
YANG HARUS DIINGAT DALAM MEMBUAT SEQUENCE
1. Cahaya harus sama
2. Back Ground harus sama
3. Obyek & warna obyek harus sama
4. Speed dalam pergerakan harus sama & stabil
5. Net Sound harus sama
Jadi sequences merupakan sekumpulan gambar dalam satu gerakan. Seorang kamerawan dalam membuat gambar harus mempertimbangkan & menyediakan sequences / kontinuitas gambar dengan menyediakan titik perpindahan gambar untuk editor, karena itu tak ada salahnya dan biarkan gambar in – out frame.
Agent (Agent Model) : Seseorang yang dipekerjakan oleh satu atau lebih talent agency atau serikat pekerja untuk mewakili keanggotaan mereka dalam berbegosiasi kontrak individual yang termasuk gaji, kondisi kerja, dan keuntungan khusus yangtidak termasuk dalam standard guilds atau kontrak serikat kerja. Orang ini diharapkan oleh para aktor/aktris untuk mencarikan mereka pekerjaan dan membangun karir mereka.
Art Departement : Bagian artistik. Bertanggung jawab terhadap perancang set film. Seringkali bertanggung jawab untuk keseluruhan desain produksi. Tugasnya biasanya dilaksanakan dengan kerjasama yang erat dengan sutradara dan cameraman.
Asst. Director : Seorang asisten sutradara film yang memperhatikan administrasi, hal yang penting sehingga departemen produksi selalumengetahui perkembangan terbaru proses pengambilan film. Ia bertanggung jawab akan kehadiran aktor/aktris pada saat dan tempat yang tepat, dan juga untuk melaksanakan instruksi sutradara.
Art Director : Pengarah artistik dari sebuah produksi.
Asisten Produser : Seorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya.
Broadcaster : Sebutan untuk seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran.
Best Boy : Asisten Gaffer atau asisten Key Grip.
Boom Man : Seorang yang mengoperasikan mikrofon boom.
Booth Man : Operator proyektor film. Orang yang bekerja dalam ruang proyeksi.
Camera Departement : Bertanggung jawab untuk memperoleh dan merawat semua peralatan kamera yang dibutuhkan untuk memfilmkan sebuah motion picture. Juga bertanggung jawab untuk penanganan film, pengisian film, dan berhubungan dengan laboratorium pemrosesan.
Cameraman :
First Cameraman, sering disebut sebagai Penata Fotografi (Director of Photography) atau kepala kameramen, bertanggung jawab terhadap pergerakan dan penempatan kamera dan juga pencahayaan dalam suatu adegan. Kecuali dalam unit produksi yang kecil, Penata Fotografi tidak melakukan pengoperasian kamera selama syuting yang sesungguhnya.
Second Cameraman, sering disebut sebagai asisten kameramen atau operator kamera, bertindak sesuai instruksi dari kameramen utama dan melakukan penyesuaian pada kamera atau mengoperasikan kamera selama syuting.
First Assistant Cameramen, sering disebut Kepala Asisten untuk pada operator kamera. Seringkali bertanggung jawab untuk mengatur fokus kamera (untuk kamera film)
Second Assistant Cameraman, menjadi asisten operator kamera.
Cinematographer (Sinematografer) : Penata Fotografi. Orang yang melaksanakan aspek teknis dari pencahayaan dan fotografi adegan. Sinematografer yang kreatif juga akan membantu sutradara dalam memilih sudut, penyusunan, dan rasa dari pencahayaan dan kamera.
Costume Designer : Orang yang merancang dan memastikan produksi kostum secara sementara maupun permanen untuk sebuah film.
Dialogue Coach or Dialogue Director : Orang dalam set yang bertanggung jawab membantu para aktor/aktris dalam mempelajari kalimat mereka selama pembuatan film.
Director : Orang yang mengontrol tindakan dan dialog di depan kamera dan bertanggung jawab untuk merealisasikan apa yang dimaksud oleh naskah dan produser.
Editor : Sebutan bagi seseorang yang berprofesi sebagai ahli pemotongan gambar video dan audio.
Editorial Departement : Divisi dimana semua potongan film yang telah dihasilkan digabungkan sehingga membentuk urutan yang koheren, kadang dengan bantuan asisten sutradara atau produser.
Electric Departement : Bertanggung jawab terhadap penjagaan dan penyediaan segala alat elektrik. (misalnya: lampu, kabel, dan lain sebagainya) untuk kebutuhan film.
Engineering : Sebutan dalam pengerjaan dan pembagian kerja dalam masalah teknis penyiaran.
Film Loader : Pengisi Film. Anggota tim kamera kadang adalah asisten kameramen yang mengisi film yang belum diekspose ke dalam magazine dan mengeluarkan film yang telah diekspose.
Floor Director :Seseorang yang bertanggungjawab membantu mengkomunikasikan keinginan sutradara dari master control ke studio produksi.
Gaffer : Pemimpin electrician yang bertanggung jawab di bawah Director of Photography mengenai pencahayaan set berbagai bentuk dan ukuran.
Green Departement : Bertanggungjawab untuk menyediakan pepohonan, semak, bunga, rumput, dan benda-benda hidup lainnya baik yang asli maupun buatan.
Hairdresser : Spesialis penata rambut untuk film. Seorang hairdresser mungkin bekerja dengan penata rambut laki-laki maupun perempuan.
Hairdresser Departement : Bertanggungjawab atas kebutuhan rambut asli maupun wig untuk para aktor dan aktris.
Key Grip : Orang yang memimpin para pekerja grip.
Make-Up Departement : bagian yang bertanggung jawab terhadap penampilan aktor/aktris agar sesuai dengan kebutuhan skenario pada saat syuting.
Music Departement :Bertanggungjawab dalam pengaturan atau menyediakan musik yang akan digunakan dalam film.
Producer : Sebutan ini untuk orang yang memproduksi sebuah film tetapi bukan dalam arti membiayai atau menanamkan investasi dalam sebuah produksi. Tugas seorang produser adalah memimpin seluruh tim produksi agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama, baik dalam aspek kreatif maupun manajemen produksi dengan anggaran yang telah disetujui oleh executive producer.
Production Departement : Bagian yang menentukan batasan biaya dan menangani persiapan dan pelaksanaan atas segala keperluan dalam sebuah produksi.
Production Assistant : Bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi dilapangan selama proses produksi.
Production Manager : Orang yang bertanggung jawab atas detail produksi dari awal sampai produksi itu selesai.
Production Unit :Terdiri dari sutradara, kru kamera, kru tata suara, bagian listrik dan semua orang yang diperlukan dalam suatu produksi.
Prop Man :Bertugas untuk memastikan bahwa properti ada ditempat yang seharusnya pada saat dibutuhkan untuk suatu produksi.
Research Departement :Bagian riset yang terdiri dari orang-orang yang menilai otentisitas artikel, benda, kostum,
Script Supervisor.
Script Clerk : Bertanggungjawab untuk mencatat seluruh adegan dan pengambilan gambar yang diproduksi, termasuk semua informasi yang diperlukan seperti durasi, arah gerakan, penagrahan mimik wajah, penempatan aktor/aktris dan properti, serta gerakan fisik yang harus disesuaikan aktor/aktris dalam semua cakupan yang berurutan untuk kemungkinan pengambilan gamabr ulang. Semua informasi ini dimasukkan dalam salinan naskah milik supervisi naskah dan digunakan oleh editor ketika tahap editing. Dalam salinan ini juga dimasukkan catatan dari sutradara untuk editor.
Still man, Photographer :Bertanggungjawab atas publiitas dan pembuatan foto set serta lokasi. Dapat juga digunakan pada kesempatan tertentu.
Transportation Departement : Bertanggungjawab terhadap semua kendaraan yang digunakan oleh kru dan pemain selama syuting berlangsung. Dalam hal ini termasuk antar dan jemput kru atau pemain.
VTR Man :Orang yang mengoperasikan VTR (Video tape Recorder) selama proses pembuatan acara televisi.
Wardrobe Departement :Bertanggungjawab atas pemilihan kostum yang akan dipergunakan untuk produksi.
(Sumber dan tulisan terkait : www.dikiumbara.com)
Art Departement : Bagian artistik. Bertanggung jawab terhadap perancang set film. Seringkali bertanggung jawab untuk keseluruhan desain produksi. Tugasnya biasanya dilaksanakan dengan kerjasama yang erat dengan sutradara dan cameraman.
Asst. Director : Seorang asisten sutradara film yang memperhatikan administrasi, hal yang penting sehingga departemen produksi selalumengetahui perkembangan terbaru proses pengambilan film. Ia bertanggung jawab akan kehadiran aktor/aktris pada saat dan tempat yang tepat, dan juga untuk melaksanakan instruksi sutradara.
Art Director : Pengarah artistik dari sebuah produksi.
Asisten Produser : Seorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya.
Broadcaster : Sebutan untuk seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran.
Best Boy : Asisten Gaffer atau asisten Key Grip.
Boom Man : Seorang yang mengoperasikan mikrofon boom.
Booth Man : Operator proyektor film. Orang yang bekerja dalam ruang proyeksi.
Camera Departement : Bertanggung jawab untuk memperoleh dan merawat semua peralatan kamera yang dibutuhkan untuk memfilmkan sebuah motion picture. Juga bertanggung jawab untuk penanganan film, pengisian film, dan berhubungan dengan laboratorium pemrosesan.
Cameraman :
First Cameraman, sering disebut sebagai Penata Fotografi (Director of Photography) atau kepala kameramen, bertanggung jawab terhadap pergerakan dan penempatan kamera dan juga pencahayaan dalam suatu adegan. Kecuali dalam unit produksi yang kecil, Penata Fotografi tidak melakukan pengoperasian kamera selama syuting yang sesungguhnya.
Second Cameraman, sering disebut sebagai asisten kameramen atau operator kamera, bertindak sesuai instruksi dari kameramen utama dan melakukan penyesuaian pada kamera atau mengoperasikan kamera selama syuting.
First Assistant Cameramen, sering disebut Kepala Asisten untuk pada operator kamera. Seringkali bertanggung jawab untuk mengatur fokus kamera (untuk kamera film)
Second Assistant Cameraman, menjadi asisten operator kamera.
Cinematographer (Sinematografer) : Penata Fotografi. Orang yang melaksanakan aspek teknis dari pencahayaan dan fotografi adegan. Sinematografer yang kreatif juga akan membantu sutradara dalam memilih sudut, penyusunan, dan rasa dari pencahayaan dan kamera.
Costume Designer : Orang yang merancang dan memastikan produksi kostum secara sementara maupun permanen untuk sebuah film.
Dialogue Coach or Dialogue Director : Orang dalam set yang bertanggung jawab membantu para aktor/aktris dalam mempelajari kalimat mereka selama pembuatan film.
Director : Orang yang mengontrol tindakan dan dialog di depan kamera dan bertanggung jawab untuk merealisasikan apa yang dimaksud oleh naskah dan produser.
Editor : Sebutan bagi seseorang yang berprofesi sebagai ahli pemotongan gambar video dan audio.
Editorial Departement : Divisi dimana semua potongan film yang telah dihasilkan digabungkan sehingga membentuk urutan yang koheren, kadang dengan bantuan asisten sutradara atau produser.
Electric Departement : Bertanggung jawab terhadap penjagaan dan penyediaan segala alat elektrik. (misalnya: lampu, kabel, dan lain sebagainya) untuk kebutuhan film.
Engineering : Sebutan dalam pengerjaan dan pembagian kerja dalam masalah teknis penyiaran.
Film Loader : Pengisi Film. Anggota tim kamera kadang adalah asisten kameramen yang mengisi film yang belum diekspose ke dalam magazine dan mengeluarkan film yang telah diekspose.
Floor Director :Seseorang yang bertanggungjawab membantu mengkomunikasikan keinginan sutradara dari master control ke studio produksi.
Gaffer : Pemimpin electrician yang bertanggung jawab di bawah Director of Photography mengenai pencahayaan set berbagai bentuk dan ukuran.
Green Departement : Bertanggungjawab untuk menyediakan pepohonan, semak, bunga, rumput, dan benda-benda hidup lainnya baik yang asli maupun buatan.
Hairdresser : Spesialis penata rambut untuk film. Seorang hairdresser mungkin bekerja dengan penata rambut laki-laki maupun perempuan.
Hairdresser Departement : Bertanggungjawab atas kebutuhan rambut asli maupun wig untuk para aktor dan aktris.
Key Grip : Orang yang memimpin para pekerja grip.
Make-Up Departement : bagian yang bertanggung jawab terhadap penampilan aktor/aktris agar sesuai dengan kebutuhan skenario pada saat syuting.
Music Departement :Bertanggungjawab dalam pengaturan atau menyediakan musik yang akan digunakan dalam film.
Producer : Sebutan ini untuk orang yang memproduksi sebuah film tetapi bukan dalam arti membiayai atau menanamkan investasi dalam sebuah produksi. Tugas seorang produser adalah memimpin seluruh tim produksi agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama, baik dalam aspek kreatif maupun manajemen produksi dengan anggaran yang telah disetujui oleh executive producer.
Production Departement : Bagian yang menentukan batasan biaya dan menangani persiapan dan pelaksanaan atas segala keperluan dalam sebuah produksi.
Production Assistant : Bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi dilapangan selama proses produksi.
Production Manager : Orang yang bertanggung jawab atas detail produksi dari awal sampai produksi itu selesai.
Production Unit :Terdiri dari sutradara, kru kamera, kru tata suara, bagian listrik dan semua orang yang diperlukan dalam suatu produksi.
Prop Man :Bertugas untuk memastikan bahwa properti ada ditempat yang seharusnya pada saat dibutuhkan untuk suatu produksi.
Research Departement :Bagian riset yang terdiri dari orang-orang yang menilai otentisitas artikel, benda, kostum,
Script Supervisor.
Script Clerk : Bertanggungjawab untuk mencatat seluruh adegan dan pengambilan gambar yang diproduksi, termasuk semua informasi yang diperlukan seperti durasi, arah gerakan, penagrahan mimik wajah, penempatan aktor/aktris dan properti, serta gerakan fisik yang harus disesuaikan aktor/aktris dalam semua cakupan yang berurutan untuk kemungkinan pengambilan gamabr ulang. Semua informasi ini dimasukkan dalam salinan naskah milik supervisi naskah dan digunakan oleh editor ketika tahap editing. Dalam salinan ini juga dimasukkan catatan dari sutradara untuk editor.
Still man, Photographer :Bertanggungjawab atas publiitas dan pembuatan foto set serta lokasi. Dapat juga digunakan pada kesempatan tertentu.
Transportation Departement : Bertanggungjawab terhadap semua kendaraan yang digunakan oleh kru dan pemain selama syuting berlangsung. Dalam hal ini termasuk antar dan jemput kru atau pemain.
VTR Man :Orang yang mengoperasikan VTR (Video tape Recorder) selama proses pembuatan acara televisi.
Wardrobe Departement :Bertanggungjawab atas pemilihan kostum yang akan dipergunakan untuk produksi.
(Sumber dan tulisan terkait : www.dikiumbara.com)
Audio Mixer : Suatu alat yang berfungsi sebagai penguat dan penyeimbang dari beberapa sumber suara, menjadi satu keluaran (output) yang memenuhi kriteria untuk menjadi masukan (input) pada alat perekam.
Atmosfer : Suara yang diambil untuk menerangkan suasana keadaan sekitar dari suatu objek.
Bi Directional : Microphone yang mencegah suara dari samping, tapi sangat peka pada arah depan dan belakang.
Bit : Unit paling dasar yang digunakan ddalam sistem digital dari tingkat suara
Broadcast : Mixer yang ada di broadcast room yang memusatkan perhatiannya pada kualitas audio yang akan direkam atau ditayangkan secara live on air.
Cardioid : Bagian dari Uni Directional, mempunyai pola penerimaan suara satu arah.
Clipping : Sesuatu yang terjadi sewaktu amplitude suara melewati ambang batasmaksimum. Umumnya suara menjadi pecah.
Clip On : Jenis microphone yang bentuknya kecil, dengan posisi pemakaian mic dipasangkan pada baju atau kostum pengisi acara. Bisa dengan cara dijepitkan ataupun dengan cara ditempel.
Condencer : Jenis microphone yang menggunakan cara kerja dengan condensator.
Compressor : Alat yang digunakan untuk mengatur dynamic range suara.
Decibel : Suatu unit untuk menunjukan keras lemahnya suara.
Diapragm : Komponen inti microphone yang bekerja pada tekanan kelajuan gelombang bunyi.
D.I. Box : Alat yang berfungsi sebagai pendorong alat musik sebelum masuk ke mixer audio
DV Cam : Kaset yang dipakai oleh VTR.
Dynamic : Jenis microphone mempunyai diaphragm yang kecil, menggunakan prinsip kerja induksi.
Equalizer : Alat untuk menentukan dan mengontrol suara - suara, warna suara maupun untuk balancing
Feedback : Suara mendengung akibat suara yang dihasilkan masuk kembali ke sumber suara yang menghasilkan suara tersebut.
FOH : Front Of House yaitu mixer yang ada di depan panggung yang memusatkan perhatiannya pada kualitas audio yang didengar oleh penonton.
Hand Microphone : Yaitu microphone yang digunakan oleh pengisi acara dengan cara dipegang oleh tangan.
Hertz : Suatu unit ukuran untuk frekuensi atau cycles per second.
Hypercardioid : Bagian dari Uni Directional mempunyai pola penerimaan suara satu arah yang lebih sempit lagi dari pola super cardioid.
Input : Masukan.
Microphone : Suatu alat yang mengubah energi suara kepada energi listrik.
Monitor : Mixer yang ada dibelakang atau disamping panggung yang konsentrasinya adalah untuk melayani pembagian suara dan balancing monitor diatas panggung.
Multi effect processor : Alat yang dipergunakan untuk memberikan effect - effect pada suara.
Off - Mike : Perubahan jarak antara microphone yang digunakan dengan sumber suara sehingga sudut penerimaan tidak tepat, suara yang dihasilkanpun menurun levelnya.
Omni Directional : Microphone yang dapat menerima suara dari semua arah.
Output : Keluaran.
Pasca Produksi : Tahap penyelesaian yaitu kegiatan finalisasi sebuah produksi
Polar Pattern : Pola arah penerimaan suara dari suatu microphone.
Pra Produksi : Tahap perencanaan untuk menghasilkan sebuah program atau hasil karya sebelum proses produksi berlangsung
Produksi : Tahap melakukan produksi atau pelaksanaan dari sebuah acara.
Ribbon : Jenis microphone yang bekerja menggunakan ribbon foil metal.
Sensitivity : Besar kecilnya energy listrik yang dihasilkan oleh microphone akibat energy suara yang mengenai membran microphone.
Shotgun : Jenis microphone yang yang paling terarah. Berbentuk stik dengan sensitivitas yang tinggi.
Stereo : Penempatan data dalam 2 discrete channel.
Super Cardioid : Bagian dari Uni Directional mempunyai pola penerimaan suara satu arah yang lebih sempit lagi dari pola sub cardioid.
Sub Cardioid : Bagian dari Uni Directional mempunyai pola penerimaan suara satu arah yang lebih sempit lagi dari pola cardioid.
Uni Directional : Microphone yang menerima suara hanya dari satu arah saja.
Wired microphone : Microphone yang menggunakan koneksi kabel.
Wirelless microphone : Microphone nirkabel yakni microphone yang koneksinya tidak menggunakan kabel. Mentransmisikan sinyalnya menggunakan pemancar radio FM kecil yang terhubung kepada receivernya dalam satu sound system.
VTR : Video Tape Recorder yaitu alat yang berfungsi sebagai player dan atau recorder dari DV Cam
Sumber dan tulisan terkait klik di : www.pjtv.co.id/technology/detail/0/16/technology-16.html
Atmosfer : Suara yang diambil untuk menerangkan suasana keadaan sekitar dari suatu objek.
Bi Directional : Microphone yang mencegah suara dari samping, tapi sangat peka pada arah depan dan belakang.
Bit : Unit paling dasar yang digunakan ddalam sistem digital dari tingkat suara
Broadcast : Mixer yang ada di broadcast room yang memusatkan perhatiannya pada kualitas audio yang akan direkam atau ditayangkan secara live on air.
Cardioid : Bagian dari Uni Directional, mempunyai pola penerimaan suara satu arah.
Clipping : Sesuatu yang terjadi sewaktu amplitude suara melewati ambang batasmaksimum. Umumnya suara menjadi pecah.
Clip On : Jenis microphone yang bentuknya kecil, dengan posisi pemakaian mic dipasangkan pada baju atau kostum pengisi acara. Bisa dengan cara dijepitkan ataupun dengan cara ditempel.
Condencer : Jenis microphone yang menggunakan cara kerja dengan condensator.
Compressor : Alat yang digunakan untuk mengatur dynamic range suara.
Decibel : Suatu unit untuk menunjukan keras lemahnya suara.
Diapragm : Komponen inti microphone yang bekerja pada tekanan kelajuan gelombang bunyi.
D.I. Box : Alat yang berfungsi sebagai pendorong alat musik sebelum masuk ke mixer audio
DV Cam : Kaset yang dipakai oleh VTR.
Dynamic : Jenis microphone mempunyai diaphragm yang kecil, menggunakan prinsip kerja induksi.
Equalizer : Alat untuk menentukan dan mengontrol suara - suara, warna suara maupun untuk balancing
Feedback : Suara mendengung akibat suara yang dihasilkan masuk kembali ke sumber suara yang menghasilkan suara tersebut.
FOH : Front Of House yaitu mixer yang ada di depan panggung yang memusatkan perhatiannya pada kualitas audio yang didengar oleh penonton.
Hand Microphone : Yaitu microphone yang digunakan oleh pengisi acara dengan cara dipegang oleh tangan.
Hertz : Suatu unit ukuran untuk frekuensi atau cycles per second.
Hypercardioid : Bagian dari Uni Directional mempunyai pola penerimaan suara satu arah yang lebih sempit lagi dari pola super cardioid.
Input : Masukan.
Microphone : Suatu alat yang mengubah energi suara kepada energi listrik.
Monitor : Mixer yang ada dibelakang atau disamping panggung yang konsentrasinya adalah untuk melayani pembagian suara dan balancing monitor diatas panggung.
Multi effect processor : Alat yang dipergunakan untuk memberikan effect - effect pada suara.
Off - Mike : Perubahan jarak antara microphone yang digunakan dengan sumber suara sehingga sudut penerimaan tidak tepat, suara yang dihasilkanpun menurun levelnya.
Omni Directional : Microphone yang dapat menerima suara dari semua arah.
Output : Keluaran.
Pasca Produksi : Tahap penyelesaian yaitu kegiatan finalisasi sebuah produksi
Polar Pattern : Pola arah penerimaan suara dari suatu microphone.
Pra Produksi : Tahap perencanaan untuk menghasilkan sebuah program atau hasil karya sebelum proses produksi berlangsung
Produksi : Tahap melakukan produksi atau pelaksanaan dari sebuah acara.
Ribbon : Jenis microphone yang bekerja menggunakan ribbon foil metal.
Sensitivity : Besar kecilnya energy listrik yang dihasilkan oleh microphone akibat energy suara yang mengenai membran microphone.
Shotgun : Jenis microphone yang yang paling terarah. Berbentuk stik dengan sensitivitas yang tinggi.
Stereo : Penempatan data dalam 2 discrete channel.
Super Cardioid : Bagian dari Uni Directional mempunyai pola penerimaan suara satu arah yang lebih sempit lagi dari pola sub cardioid.
Sub Cardioid : Bagian dari Uni Directional mempunyai pola penerimaan suara satu arah yang lebih sempit lagi dari pola cardioid.
Uni Directional : Microphone yang menerima suara hanya dari satu arah saja.
Wired microphone : Microphone yang menggunakan koneksi kabel.
Wirelless microphone : Microphone nirkabel yakni microphone yang koneksinya tidak menggunakan kabel. Mentransmisikan sinyalnya menggunakan pemancar radio FM kecil yang terhubung kepada receivernya dalam satu sound system.
VTR : Video Tape Recorder yaitu alat yang berfungsi sebagai player dan atau recorder dari DV Cam
Sumber dan tulisan terkait klik di : www.pjtv.co.id/technology/detail/0/16/technology-16.html





