Hujan, bumi dan kita

Layaknya bumi yang tak mungkin menampik hujan. Siap tidak siap, mau tidak mau tetaplah bumi harus menerima untuk meresap siraman airnya.
Begitu juga manusia, siap tidak siap, mau tidak mau tetaplah harus menerima semua rasa yang pasti menghampiri silih berganti.
Setiap tetes rasa itu tetap kembali & tergantung bagaimana resapannya di setiap hati. Semoga tiap tetes rasa mengalir & tersaring tepat dialirannya sanubari.
Selamat menikmati setiap tetesnya & salam sebagai ciptaan yang tak abadi.

0 komentar

Write Down Your Responses