Negara Gagal Membangun Karakter Bangsa

Negara melalaikan satu hal yang amat vital dalam proses berbangsa dan bernegara. Yaitu membangun karakter bangsa yang memiliki kontribusi kuat bagi kesejahteraan. Inilah yang hilang.

Bangsa Indonesia dikenal memiliki kekayaan karakter yang berakar dari kultur solidaritas dan gotong royong, tidak sombong diri, taqwa kepada Tuhan, dan semangat kekeluargaan. Akan tetapi, negara dan seluruh pranatanya termasuk agama, tidak atau gagal melakukan social engineering atau transformasi sehingga modal sosial ini tidak berubah menjadi etos.
 
Inilah yang membedakan bangsa kita dengan negara lain. Dan ini pulalah yang menyebabkan kita tertinggal dengan negara lain dalam mengejar kesejahteraan warganya.

Bangsa Indonesia mempunyai program pemberantasan korupsi. Tetapi, keadilan dan kejujuran tidak menjadi etos. Kita dikenal sebagai bangsa yang ramah tetapi tidak menjelma menjadi etos. Padahal negara yang telah mentransformasi hospitality menjadi etos bisa memacu industri pariwisata sangat hebat.

Politik di Indonesia merupakan wilayah yang tak memperlihatkan upaya transformasi kultural menjadi etos. Dunia politik yang menjadi penentu proses pengelolaan negara justru terjerumus perilaku dan orientasi tanpa etika.

Politik Indonesia merupakan panggung kepentingan politik dan individu yang sangat mengabaikan kepentingan orang banyak. Oleh sebab politik yang berproses tanpa etika, ekonomi yang bergerak tanpa etika, hukum yang mengabaikan etika, maka tidak terbentuk yang namanya moralitas publik yang baik.

Inilah yang memungkinkan bisa menjawab mengapa dalam persoalan korupsi kita paling hebat di dunia karena warga telah kehilangan moralitas publik. Padahal untuk sebuah nasionalisme yang baik dibutuhkan keutamaan warga.

Harus ada arus besar dalam masyarakat yang dipelopori negara untuk mendorong dan menjaga nilai-nilai yang menjadi keutamaan warga itu. Tanpa itu, kita akan selalu kalah dalam pertarungan global. Entah sampai kapan.

Hamid Ghozali
Warung Contong 1 Cimahi
hamidghozali@hotmail.com
0817437171

Orasi Ilmiah "Erosi Kebangsaan di Tengah Globalisasi" dalam Wisuda ke-23 Magister, Sarjana dan Ahli Madya Universitas Sahid Jakarta 2006-2007, Rabu 23/5.
Sumber : news.detik.com

0 komentar

Write Down Your Responses