Tunggal kita menantang

(Tunggal kita menantang, esa kita berjuang)


Sebatang lidi menantang matahari.


Ditasbihkannya cinta yang ia tak punya.


Lalu sendiri dibunuhnya sepi, sampai sunyi enggan mendekati. 


Menangis namun ia berdiri, sebab ia tau hari tak'an kembali.


Tertawa ia tetap bersama, sebab ia tau kelak tak'an ada 


Kenangan adalah cuplikan, masa depan adalah kenyataan.

0 komentar

Write Down Your Responses